Electric Mini Seater

Visi komputer di Indonesia saat ini mulai berkembang pesat. Saat ini visi komputer telah banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang ilmu seperti medis, robotika, otomotif dan lain sebagainya. Dengan mengaplikasikan visi komputer, pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh manusia akan dapat digantikan, termasuk kepada penyandang disabilitas (Betke, 2002). Hal ini membantu meringankan tugas pekerjaan manusia, sehingga dalam penelitian ini akan mencoba untuk menerapkan teknik visi komputer dalam bidang transformasi, seperti untuk mengendalikan kendaraan listrik mini untuk penyandang disabilitas.

Dalam kehidupan sehari-hari penyandang disabilitas dianggap sebagai masyarakat yang kurang produktif, sehingga dengan ilmu dari visi komputer diharapkan dapat membuat penyandang disabilitas bebas berproduktif seperti manusia normal lainnya (Mauri, 2006). Di Indonesia, penelitian untuk membantu meringankan atau membantu para penyandang disabilitas masih belum banyak dilakukan. Untuk itu dalam penelitian ini, kami membuat sebuah alat transportasi yang khusus digunakan untuk penyandang disabilitas, yang tidak bisa menggerakkan kaki dan tangannya.

Pada umumnya, sebuah kendaraan, kursi roda dan kereta dapat dikendalikan dengan menggunakan tangan dan/atau kaki. Tangan digunakan untuk menggerakkan sistem kemudi sedangkan kaki untuk mengendalikan kecepatannya. Kendaraan yang seperti ini mungkin tidak dapat dikendalikan oleh penyandang disabilitas, untuk itu kami mengembangkan sistem kendali kendaraan berbasis listrik atau seater mini electric sehingga penyandang disabilitas tinggi juga mampu mengendalikannya. Permasalahan ini akan mampu diselesaikan dengan penerapan teknologi canggih berbasiskan visi komputer. Penyandang disabilitas ini akan mampu mengendalikan kendaraan atau seater mini electric pintar ini dengan menggunakan matanya. Komputer akan mendeteksi mata mereka dan kemudian mengamati pergerakan bola matanya. Pergerakan bola mata inilah yang nantinya digunakan sebagai acuan oleh sistem untuk mengendalikan kendaraan tersebut.

Deteksi pergerakan bola mata merupakan salah satu hal yang menunjukkan ketertarikan manusia melihat suatu objek. Pergerakan mata juga menjadi salah satu bentuk komunikasi pada penyandang disabilitas, dimana fungsi mata tersebut bisa menggantikan fungsi mulut untuk berbicara, fungsi tangan untuk mengirim email atau fungsi kaki untuk menuju ke suatu tempat (Aleksandra, 2014). Dalam perkembangannya deteksi pergerakan bola mata ini pun menjadi satu trend dalam kaidah keilmuan interaksi manusia komputer (Human Computer Interaction). Contoh lain, pada tahun 2010  Emiliano, dkk, melakukan penelitian dengan mengaplikasikan konsep human mobile-interaction yang menggunakan pergerakan dari bola mata untuk mengoperasikan telepon. Dengan kemudahan tersebut dapat membantu penyandang disabilitas yang mempunyai ruang gerak terbatas.

Proses deteksi mata manusia pada bagian wajah yang tertangkap kamera tidak mudah dikarenakan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi akurasi dari proses pendeteksian, salah satunya karena pencahayaan yang tidak merata. Gambar mata pada manusia cenderung memiliki kontras yang rendah (Feng, dkk, 1998). Metode yang paling popular adalah demorfable template, yaitu dengan memanfaatkan teknik windowing untuk mengambil area mata, sehingga didapatkan area persegi yang di dalamnya mengandung gambar iris (Al-Mamun,dkk, 2009). Hal tersebut memiliki kelemahan ketika mendeteksi pergerakan bola mata ke atas, ke bawah, dan ke samping, karena tidak cukup mempunyai informasi perbandingan terhadap pandangan lurus ke depan. Sehingga, pada penelitian ini akan diambil informasi keseluruhan dari area mata untuk mengetahui pergerakan bola mata terhadap titik tengah.

 

Share